Posted in info herbal sehat | Leave a comment

Herbal Kanker, Tumor, Kista, Mioma

2. CARNOCAP

Herbal-kankerSECARA TRADISIONAL DIGUNAKAN UNTUK MEMBANTU MENGHAMBAT DAN MEMATIKAN SEL-SEL TUMOR DAN KANKER

 

KANKER

 

PENGERTIAN

Kanker adalah suatu penyakit sel dengan ciri gangguan atau kegagalan mekanisme pengatur multiplikasi dan fungsi homeostasis lainnya pada organisme multi seluler.

 

  • KANKER

Kanker dalam pengertian sederhana adalah sel yang tumbuh secara terus-menerus yang tidak terkendali, tidak terbatas dan tidak normal (abnormal).

Selain itu, kanker dapat didefinisikan sebagai suatu penyakit yang merupakan pertumbuhan sel jaringan tubuh yang baru (neoplasma) yang tidak normal (hasil mutasi genetis sel), cepat dan tidak terkendali.

  • TUMOR

Tumor adalah pertumbuhan sel serupa kanker tetapi jinak, yaitu sel-sel itu tumbuh terpisah dari jaringan-jaringan disekitarnya dan bertumbuh dalam kapsulnya sendiri.

  • KISTA

Kista adalah tumor berupa kantung berisi cairan yang dapat timbul dibagian mana saja dari organ tubuh seperti pada ginjal, payudara atau pada organ reproduksi yakni indung telur, leher rahim dan rahim.

  • MIOMA

Mioma adalah tumor jinak yang berasal dari otot rahim (miometrium) atau jaringan ikat yang tumbuh pada dinding atau di dalam rahim. Mioma dapat juga tumbuh di dalam rongga rahim, diantara lapisan dinding rahim atau terpisah di luar rahim dengan tangkai yang melekat pada dinding rahim. Pada umumnya pembesaran mioma berkaitan dengan hormon estrogen dan kebanyakan terjadi pada masa reproduksi.

Sifat umum dari kanker adalah sebagai berikut :

1.     Pertumbuhan berlebihan umumnya berbentuk tumor.

2.    Gangguan diferensiasi dari sel dan jaringan sehingga mirip jaringan mudigah.

3.    Bersifat invasif, mampu tumbuh di jaringan sekitarnya (perbedaan pokok dengan jaringan normal).

4.    Bersifat metastatik, menyebar ketempat lain dan menyebabkan pertumbuhan baru.

5.    Memiliki hereditas bawaan, (acquired heredity) yaitu turunan sel kanker juga dapat menimbulkan kanker.

6.    Pergeseran metabolisme ke arah pembentukan makromolekul dari nukleosida dan asam amino serta peningkatan katabolisme karbohidrat untuk energi sel.

Sel kanker mengganggu tuan rumah karena menyebabkan :

1.     Desakan akibat pertumbuhan tumor.

2.    Penghancuran jaringan tempat tumor berkembang atau bermetastasis.

3.    Gangguan sistemik lain sebagai akibat sekunder dari pertumbuhan sel kanker.

 

Penyebab penyakit kanker :

1.     Bahan kimia (bersifat karsinogenik).

2.    Faktor fisika (radiasi).

3.    Kelemahan genetik.

 

Akibat yang ditimbulkan oleh penyakit kanker :

1.     Kerusakan jaringan sehingga fungsinya terganggu, lemah atau bahkan rusak.

2.    Pendarahan akibat rusaknya pembuluh darah, karena adanya sel kanker.

3.    Keracunan akibat racun yang dihasilkan sel-sel kanker.

4.    Peradangan / pembengkakan.

5.    Rasa sakit akibat kerusakan saraf.

6.    Demam / naiknya temperatur tubuh.

7.    Pengotoran darah dari sel jaringan yang rusak dan oleh sel kanker yang bermetastasis.

8.    Daya tahan tubuh menurun.

9.    Perkembangan terus-menerus dari sel kanker.

Peranan obat herbal dalam pengobatan kanker :

1.     KONSTRUKTIF yaitu membangun / memperbaiki / memperkuat organ yang terangsang kanker untuk melawan kanker.

2.    SIMTOMATIK yaitu menghilangkan gejala yang diakibatkan oleh kanker.

3.    SITOSTATIK yaitu menghambat pertumbuhan sel kanker.

 

Langkah awal sebelum meracik obat herbal untuk pengobatan kanker :

1.     Ketahui jenis kanker penderita, apakah kanker payudara, rahim, paru atau lainnya.

2.    Ketahui dengan cermat apa akibat yang ditimbulkan oleh penyakit kanker tersebut. Apakah timbul pendarahan, rasa sakit, radang, luka, sembelit, mual atau lainnya.

3.    Jika memungkinkan, ketahui stadium kanker penderita.

4.    Cari informasi lebih mengenai ada atau tidaknya komplikasi lain pada penderita.

Setelah seluruh informasi diperoleh, racik obat herbal berdasarkan spesifikasi kanker dan akibat yang telah ditimbulkannya.

 

Tata laksana pengobatan kanker :

  • Menghambat perkembangan sel kanker.
  • Memperbaiki dan menguatkan jaringan disekeliling kanker.
  • Melancarkan peredaran darah dan menghindari faktor pencetus kanker.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Membersihkan racun dalam darah.
  • Mencegah peradangan dan menghilangkan bengkak.
  • Mengurangi rasa sakit (analgesik).

Menghentikan pendarahan.

 

Carnocap memiliki komposisi yang dapat menghambat perkembangan sel kanker dan mematikannya. Berikut ulasan mengenai bahan tanaman obat dan beberapa hasil uji praklinis maupun uji klinis dari beberapa komposisi yang terkandung dalam Carnocap :

 

1. Thyponii rhizome ( Keladi tikus )

Efek farmakologi :

Membunuh / menghambat pertumbuhan sel kanker, menghilangkan efek buruk kemoterapi, bersifat anti virus dan anti bakteri.

 

2. Hedyotis corymbosa herba ( Rumput mutiara )

Kandungan :

Hentriacontane, stigmasterol, ursolic acid, betha-sitosterol, sitisterol, D-glucoside, p-coumaric acid, flavonoid glycosides dan oleanic acid.

Efek farmakologi :

Anti piretik, anti inflamasi, anti toksin, anti kanker, mengaktifkan sirkulasi darah.

3. Taraxacum mongolicum herba ( Jombang )

Kandungan :

Taraxsterol, choline, inulin pectin, coumestrol. Pada akar mengandung taraxol, taraxerol, taraxasterol, beta-amyrin, stigmasterol, beta-sitosterol, choline, glukosa, fruktosa. Daun mengandung lutein, vioxantin, plastoquinone, vitamin C dan D. Bunga mengandung arnidiol, flavoxantin. Polen mengandung beta-sitosterol, 5 alpha-stigma-7-en-3 betaol, asam folat dan vitamin C.

Efek farmakologi :

Anti biotik, anti inflamasi, anti piretik, anti toksin, anti kanker dan tumor dan diuretik

Uji klinik :

Terhadap efek diuretik dilakukan oleh Weber pada dosis 3×1 kapsul setiap hari, terbukti dapat mencegah dan memperbaiki fungsi respirasi.

 

4. Andrographidis herba

Kandungan :

Laktone dari daun dan cabang berupa deoxy-andrographilide, andrographolide (zat pahit), neonandro-grapholide, 14-deoxy-11,12 didehydroandrographolide dan homoandrographolide. Flavonoid dari akar berupa polymethoxyflavone, andrographin, panicolin, mono-o-methylwithin dan apigenin-7,4idimethyl ether, alkane, keton, aldehide, kalium, kalsium, natrium dan asam kersik, dammar. Andrografolida sekurangnya 1%. Kalmegin (zat amorf) dan hablur kuning, pahit sampai sangat pahit.

Efek farmakologi :

Menurunkan panas, antibiotik, antipiretik, anti radang, anti bengkak, diuretik, anti bakteri, analgetik, meningkatkan kekebalan tubuh seluler dan meningkatkan aktifitas kelenjar-kelenjar tubuh

Uji praklinis :

Efek antipiretik pada mencit yang diberi infus daun secara intra-peritonial dengan dosis 1 mg/kg berat badan, dapat menurunkan suhu kurang dari 2Oc.

Uji praklinis :

Efek analgesik infus andrographidis 10% pada mencit dengan cara Siegmund dan Hendeshat & Fortash pada dosis 8 mg/kg berat badan dengan pembanding fenilbutazon 48 mg/kg berat badan dan asetosal 52 mg/kg berat badan, ternyata infus andrographidis memberikan efek sebesar 125%.

Uji praklinis :

Efek diuretik dibuktikan menggunakan ekstrak andrographidis dalam kloroform dengan dosis 8 mg/kg berat badan pada tikus dengan pembanding furosemide dosis 25 mg/kg berat badan.

Uji praklinis :

Efek anti inflamasi ( anti radang ) pada mencit dengan infus daun 51,4 mg/100 g berat badan secara oral dapat meningkatkan efek antiinflamasi.

Uji praklinis :

Efek terhadap aktifitas imunomodulator dengan memberikan residu secara oral pada mencit 2 kali sehari selama 2 hari pada dosis 0,1 mg, 0,5 mg/25 g berat badan, menyebabkan akltifitas fagositosis makin meningkat (immunostimulan).

Uji klinis :

Anti tumor ekstrak dilaporkan oleh Chang dkk. (1986) yang menyebutkan bahwa ekstrak andrographidis sangat efektif untuk mengobati malignant hydatidiform mole dimana 41 diantaranya mengalami metastasis, setelah pemberian ekstrak andrographidis 41 kasus mencapai short tyerm remission, 12 kasus managed with silely.

 

5. Curcuma Mangga rhizome ( Kunir putih )

Kandungan :

Saponin dan polifenol pada rimpang dan daun, serta polifenol pada daun.

Efek farmakologi :

Anti oksidan, anti inflamasi, anti neoplastik, anti koagulan.

 

6. Curcumae zedoariae rhizome ( Temu putih )

Kandungan :

Cineole, camphene, zingiberen, borneol, camphor, curcumin dan resin serta curcuminoid dan curdione yang berkhasiat anti kanker.

Efek farmakologi :

Anti inflamasi, melancarkan sirkulasi darah, anti neoplastik

Uji praklinik :

Efek sitotoksisitas ekstrak temu putih ini terhadap sel kanker ovarian menghasilkan CD50 sebesar 3,1 – 3,4 µg/ml, Syu WJ et al (1998). Pengamatan imun dalam pengujian menunjukkan adanya peningkatan fibroblast disekitar jaringan tumor, meningkatnya infiltrasi limfosit ke dalam masa tumor dan meningkatnya proses fagositosis terhadap sel tumor.

Uji klinik :

Pemakaian ekstrak temuputih terhadap 165 kasus penderita kanker serviks didapatkan hasil 52 kasus sembuh dengan waktu yang singkat, 47 kasus tidak ada respond an sisanya memiliki efek yang tidak signifikan (Chang, dkk. 1986).

Uji praklinik :

Efek anti inflamasi dan hepatoprotektor. Pemberian per oral pada tikus menghambat reaksi inflamasi yang terjadi Karena kemampuannya menghambat aktifitas enzim siklooksigenase (Yoshioka T dkk. 1998), ekstrak curcuma zedoaria rhizome menurunkan SGPT pada mencit yang diinduksi dengan karbon tetraklorida (Xiang ZX, dkk. 1989). Penelitian kultur hepatosit tikus yang diinduksi dengan D-galaktosamin / lipopolisakarida menunjukkan bahwa penambahan ekstrak temu putih dalam kultur dapat mencegah terjadinya kerusakan sel hepatosit (Matsuda, dkk. 1998).

 

7. Gynura folium ( Daun dewa )

Kandungan :

Saponin, minyak atsiri, flavonoid, tannin, polifenol, asam klorogenat, asam kalfeat, asam vanilat, asam p-kumarat, asam p-hidroksi benzoate, alkaloid, triterpenoid dan sterol.

Efek farmakologi :

Antipiretik, anti koagulan, stimulasi sirkulasi, anti toksin, anti karsinogenik, anti mutagenik.

Uji praklinik :

Efek anti tumor dilakukan Sugiyanto dkk. (1997). Pemberian Gynura folium pada mencit berumur 8 minggu dan dilakukan pemeriksaan histopatologi terhadap beberapa organ sebagai pendukung dilakukan uji antimutagenesis terhadap Salmonella thyposa juga setelah berumur 6 bulan. Hasilnya menunjukkan ekstrak Gynura folium memiliki efek penghambatan pertumbuhan tumor paru.

Uji praklinis :

Efek anti kanker oleh Fakultas Farmasi UNAIR (1997) terhadap ekstrak Gynura folium yang diberikan secara intraneoplasma selam 7 kali dengan interval penyuntikan 2 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan pada dosis 2,32 mg/0,2 ml dan 4,64 mg/0,2 ml dari ekstrak menghambat pertumbuhan sel kanker yang didukung oleh data histopatologi adanya nekrosis dari sel-sel kanker.

Uji keamanan :

Pemakaian Gynura folium dalam pengobatan kanker diamati dengan menentukan LD50 terhadap mencit. Dengan menggunakan metode perhitungan secara Reed-Muenh diketahui bahwa LD50 ekstrak Gynura folium sebesar 5.556g/kg bb, kalau diasumsikan berat badan orang-orang dewasa 50 kg maka dosis letal-50 tercapai kalau mengkonsumsi sebanyak 27,78 g ekstrak. Dengan demikian Gynura folium tergolong practically non-toxic.

 

8. Merremiae  tubera ( Bidara upas )

Kandungan :

Dammar, resin, pati, zat pahit. Getah segar mengandung zat oxydase.

Efek farmakologi :

inflamasi, analgesik, anti toksin.

Hasil penelitian :

Oleh Lusiana (2001) menyatakan bahwa ekstrak etanol 70% menunjukkan aktivitas antibakteri pathogen Staphylococcus aureus, Streptococcus beta hemoliticus dan Salmonella typhosa.

 

9. Catharanthus roseus folium ( Tapak dara )

Kandungan :

Alkaloid antara lain 28 bi-indole alkaloid. Alkaloid anti kanker antara lain vinblastine, vinkristine, leorosin, Vincadiolin, leorosidin, catharanthine, lochnerine.

Tanaman ini mengandung komponen aktif vinblastine dan vincristine yang berkhasiat anti kanker pada leukemia 1534, leukemia 1210, AKR Leukimia, Ehrlich ascetic liver carcinoma dan Walker carcinoma 256. Komponen ini menghentikan mitosis (pembelahan) sel kanker pada metaphase.

Efek Farmakologi :

Anti neoplastik, sitostatik, menghentikan pendarahan.

Tanaman ini mengandung komponen aktif vinblastine dan vincristine yang berkhasiat anti kanker pada leukemia 1534, leukemia 1210, AKR Leukimia, Ehrlich ascetic liver carcinoma dan Walker carcinoma 256. Komponen ini menghentikan mitosis (pembelahan) sel kanker pada metaphase.

Uji in vitro dan in vivo maupun uji klinis :

Alkaloid vinblastine dan vincristine sebagai obat anti kanker dari program NCI membuktikan bahwa Catharantheus roseus atau perinwinkle dari Madagaskar mampu memberikan kontribusi yang nyata.

Uji praklinis vincristine dan vinblastine :

Terhadap kekebalan tubuh diamati terhadap sel mononuclear dalam limpa tikus (splenosit) dan ternyata keduanya menghambat sekresi IL-2 setelah dirangsang dengan mitogen Cancanavalin-A pada dosis 0,1 mg/Kg untuk vincristine dan 0,5 mg/Kg pada vinblastine. Ternyata keduanya tidak merangsang aktifitas makrofag peritoneal setelah dirangsang dengan lipopolisakarida.

 

Aturan pakai :

Dewasa tiga kali sehari satu kapsul

 

Anjuran :

Jika tidak memiliki masalah lambung, Diminum 1 jam sebelum makan.

Simpan di tempat kering dan sejuk serta terhindar dari sinar matahari secara langsung

 

Perhatian :

Gunakan secara rutin selama 1,5 – 3 bulan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Tidak disarankan untuk Ibu hamil.

Carnocap pilihan tepat untuk membantu mengatasi Masalah kanker,

tumor dan kista karena mengandung ekstrak herbal alami yang dapat bekerja menghambat bahkan menghentikan pertumbuhan sel-sel yang abnormal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in info herbal sehat | Leave a comment

Herbal Asam Urat

1. Nama Produk : LOSTRAT

SECARA TRADISIONAL DIGUNAKAN UNTUK MEMBANTU MENURUNKAN KADAR ASAM URAT DAN MEREDAKAN NYERI SENDI SERTA GEJALANYA

ASAM URAT ( GOUT )

PENGERTIAN

Penyakit asam urat atau gout adalah penyakit karena kesalahan tubuh melaksanakan proses kimia sehingga asam urat dalam tubuh melebihi normal (Hiper uricemia) yang ditandai rasa nyeri pada persendian dan jaringan sekitar sendi.

 

Asam urat merupakan kristal putih yang tidak berbau dan berasa, yang dihasilkan oleh proses metabolisme utama, yaitu suatu proses kimia dalam inti sel yang berfungsi menunjang kelangsungan hidup.

 

Proses dimulai dari makanan yang berupa karbohidrat, protein, dan selulosa (serat) dengan melalui proses kimia dalam tubuh untuk diubah menjadi tenaga (energi) dan bahan-bahan kimia lain yang dibutuhkan tubuh. Bila terjadi penyimpangan dalam proses metabolisme maka akan menyebabkan terjadinya kelebihan dan penumpukan asam urat.

 

Kelebihan asam urat dalam darah akan menyebabkan pengkristalan pada persendian dan pembuluh kapiler darah terutama yang dekat dengan persendian dan akibatnya apabila pensendian digerakkan akan terjadi pergesekan antar kristal-kristal tersebut sehingga menimbulkan rasa nyeri. Penumpukan asam urat yang kronis pada persendian menyebabkan cairan getah bening yang berfungsi sebagai pelumas ( lubrikan ) sendi menjadi tidak berfungsi dan akibatnya persendian tidak dapat digerakkan. Demikian juga bila kristal asam urat mengendap pada pembuluh kapiler darah, bila kita bergerak, kristal-kristal asam urat akan tertekan ke dinding pembuluh darah kapiler sehingga ujung kristal yang runcing akan menusuk ke dinding pembuluh darah kapiler yang menimbulkan efek nyeri.

 

PENYEBAB

Hiperuricemia (asam urat) terjadi karena jumlah kadar purin di dalam tubuh melebihi ambang normal. Kelebihan Nukleotida purin yang berasal dari makanan tersebut seharusnya dibuang melalui air seni namun karena beberapa sebab maka kadar purin yang berlebihan tersebut tidak dapat di buang secara penuh sehingga bertumpuk dalam darah.

 

Sepertiga kasus asam urat disebabkan karena ketidakmampuan organ ginjal dalam membuang kadar purin lewat air seni.

Penyakit ini banyak ragam penyebabnya, diantaranya : Kurang tidur sehingga terjadi penumpukan asam laktat.

Penggunaan sendi yang berlebihan yang menyebabkan terjadinya peradangan atau peradangan oleh sebab lain karena terlalu banyak berjalan, turun naik tangga, sering jongkok berdiri, atau sebab lain yang menyebabkan kelebihan asam urat pada jaringan atau persendian.

Faktor Penyebab Asam Urat :

1. Faktor dari dalam

Terjadinya proses penyimpangan metabolisme yang umumnya berkaitan dengan faktor usia, dimana usia diatas 40 tahun atau manula beresiko besar terkena asam urat.

 

2. Faktor dari luar

Berupa makanan dan minuman yang dapat merangsang pembentukan asam urat seperti makanan yang mempunyai kadar karbohidrat dan protein tinggi seperti :

  • kacang-kacangan
  • emping
  • melinjo
  • daging ( terutama jeroan )
  • ikan
  • coklat
  • minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, minuman ringan cola.

 

NILAI ASAM URAT

Pria        :         Normal         < 7               Asam Urat   > 7

Wanita   :         Normal         < 5               Asam Urat   > 5

 

GEJALA ASAM URAT

Gejala lainnya nampak dari penyakit komplikasi yang timbul antara lain :

1.      Encok yang akut : rasa sakit amat sangat pada satu tulang sendi. Sendi membengkak hangat, sangat lunak, kulit jadi tegang mengkilap. Biasanya serangan pada sendi pergelangan kaki, lutut dan tangan atau lengan.

2.     Trophaccous gout : peradangan sendi karena adanya kristal asam urat pada sendi.

3.     Batu ginjal asam urat.

 

ANJURAN

-            Konsumsi air putih 2,5 – 3 liter per hari.

-            Olahraga teratur.

-            Mengurangi makanan berkadar purin tinggi.

 

 

PRINSIP DASAR PENGOBATAN DENGAN TANAMAN OBAT

1.      Meningkatkan aktifitas ginjal dalam membuang asam urat serta mengkonsumsi air putih 3 liter per hari.

2.     Hindari makan berkadar purin tinggi sebagai bahan pembentuk asam urat.

3.     Melancarkan sirkulasi darah dan perbanyak olahraga.

4.     Analgesik & Anti Inflamasi.

 

Dalam prinsip dasar pengobatan asam urat, maka Lostrat merupakan solusi yang tepat dalam mengatasi penyakit ini, karena kandungan ekstrak herbal alami yang diramu khusus untuk mengatasi asam urat memiliki khasiat-khasiat yang dapat membantu dalam proses penyembuhan penyakit asam urat. Hasil uji praklinis maupun uji klinis terhadap bahan tanaman obat yang terkandung dalam Lostrat telah terbukti khasiatnya dalam membantu mengatasi penyakit asam urat beserta gejalanya.

 

Kandungan dan kegunaan dalam setiap 500 mg kapsul ekstrak herbal alami produk Lostrat sebagai berikut :

 

ü  Andrographidis herba ( Sambiloto )

Kandungan :

Ekstrak tanaman ini mengandung Lakton berupa deoxy-andrographolide, andrographolide (zat pahit), neoandro-andrographolide, 14-deoxy-11,12-didehydroandrographolide dan homoandrographolide; Flavonoid berupa polymethoxyflavone, andrographin, panicolin, mono-o-methilwithin dan apigenin-7,4-dimethylether; alkane; ketone dan aldehyde; kalium; kalsium; natrium dan asam kersik; damar; andrografolida; kalmegin (zat amorf).

Efek farmakologi :

Menurunkan panas, antibiotik, antipiretik, anti radang, anti bengkak, diuretik, anti bakteri, analgetik, meningkatkan kekebalan tubuh seluler dan meningkatkan aktifitas kelenjar-kelenjar tubuh.

Uji praklinis :

Efek antipiretik pada mencit yang diberi infus daun secara intra-peritonial dengan dosis 1 mg/kg berat badan, dapat menurunkan suhu kurang dari 2Oc.

Uji praklinis :

Efek analgesik infus andrographidis 10% pada mencit dengan cara Siegmund dan Hendeshat & Fortash pada dosis 8 mg/kg berat badan dengan pembanding fenilbutazon 48 mg/kg berat badan dan asetosal 52 mg/kg berat badan, ternyata infus andrographidis memberikan efek sebesar 125%.

Uji praklinis :

Efek diuretik dibuktikan menggunakan ekstrak andrographidis dalam kloroform dengan dosis 8 mg/kg berat badan pada tikus dengan pembanding furosemide dosis 25 mg/kg berat badan.

Uji praklinis :

Efek anti inflamasi ( anti radang ) pada mencit dengan infus daun 51,4 mg/100 g berat badan secara oral dapat meningkatkan efek antiinflamasi.

 

ü  Sidae herba ( Sidaguri )

Kandungan :

Saponin, polifenol dan flavonoid.

Efek farmakologi :

Anti radang, diuretik dan analgesik.

 

ü  Curcuma rhizome ( Temulawak )

Kandungan :

Minyak atsiri ( xanthorizol, germakem, isofuranogermakem, trisiklin, allo aromadendren, fellandren, ar-turneron dan turmerol ), kurkumin, desmetoksokurkumin, zat tepung, kamfer, glikosida, toluyl metil karbinol dan 1-sikloisoprenmyrsen.

Efek farmakologi :

Berkhasiat sebagai anti radang pada persendian, menghambat pembengkakan, tonikum (penambah tenaga), peluruh air seni, anti bakteri dan jamur serta sebagai peluruh getah empedu dan menjaga fungsi hati sehingga metabolism tubuh dapat berjalan sempurna.

Uji klinik :

Efek anti inflamasi dilakukan Doedhar, dkk. (1980) terhadap 18 orang penderita reumatik arthritis. Pemberian Curcuma rhizome dengan dosis 1200 mg per hari, selama 2 minggu. Hasil akhir menunjukkan perbaikan reumatik arthritis yang signifikan. Mekanisme kerja : Kurkumin, minyak atsiri ( turmerol, ar-turmeron dan xanthorizol ) dan garam natrium mempunyai kemampuan menghambat pembentukan enzim siklooksidase. Oleh Satoskar, dkk. (1980) bahwa kurkuminoid menunjukkan perbaikan nyata. Di Australia pada penderita osteoarthritis selama 3 bulan, kurkuminoid terbukti menurunkan rasa sakit.

 

ü  Zingiber rhizome ( Jahe emprit )

Kandungan :

Flavonoid, politenol dan minyak atsiri.

Efek farmakologi :

Anti arthritis, anti toksin, melancarkan sirkulasi.

 

Aturan pakai :

Dewasa : tiga kali sehari satu kapsul

Anjuran :

Jika tidak memiliki masalah lambung, diminum 1 jam sebelum makan.

Simpan di tempat kering dan sejuk serta terhindar dari sinar matahari secara langsung

 

Perhatian :

Selama mengkonsumsi produk ini, disarankan banyak minum air putih, hindari makanan berpurin tinggi seperti jeroan dan emping /melinjo, kurangi lemak dan sayuran kangkung, bayam, daun singkong serta kacang-kacangan.

LOSTRAT dapat membantu mengurangi rasa sakit akibat peradangan pada sendi dan membantu proses penyembuhan penyakit asam urat.

PT. HERBAL SALAM
Produsen Obat Herbal Ekstrak, Madu Herbal, Teh Herbal
Formulator, Peramu
Salomo. B. Simanjuntak, SE, M.Si
Komplek Departemen Kesehatan 1 , Jalan Husada 1 No. 14, Rt 1 Rw 9, Cibening, Jati bening, Bekasi, Jawa Barat, Indonesia
Ph : 0817 432 777, 021 869 01 041, 021 9900 100, 021 99300 400, 0815 8684 8600
www.herbalsalam.com, www.klinikakupunktur.com, www.yapeptri.com

 

 

 

Posted in info herbal sehat | Tagged , , , , , , , | Leave a comment